f APAPUN KURIKULUMNYA YANG PENTING GURUNYA ~ Drs. SUPRIADI, MSI

Kamis, 28 Februari 2013

APAPUN KURIKULUMNYA YANG PENTING GURUNYA

Secara pribadi saya sebagai praktisi pendidikan sangat menghargai bahwa Kurikulum 2013 secara konseptual adalah sebuah karya dan kesadaran intelektual yang harus kita sambut dan secepatnya harus disahkan karena yang demikianlah yang kita tunggu-tunggu kehadirannya. Betapa tidak, Kurikulum 2006 (KTSP) sebenarnya konsepnya sudah bagus namun aplikasinya yang kurang seiring dengan konsepnya. Seandainya ranah Apektif, Psikomotor dan Kognitif pada kurikulum 2006 benar-benar dijalankan secara kaafah maka tidak perlu lahir Kurikulum pentium 2013. Namun kegelisahan para praktisi pendidikan dilapangan tidak segera ditanggkap oleh pemangku kebijakan pendidikan. Bayangkan rentang 2006 s/d 2012 adalah waktu enam tahun beristikhoroh hingga menemukan jawaban bahwa ada kesenjangan antara keinginan dan kenyataan. SK dan KD kemauaanya sebenarnya sudah pada kompetensi namun kenyataannya UN lah yang menjadi biang keladi dengan alasan harus ada ukuran standar Nasional tetapi kenyataanya harus kita akui bahwa UN yang berbasis Kognitif yang menjadi penentu kelulusan dari jenjang pendidikan itu menjadi parasit nilai Afektif dan Psikomotor yang dimiliki anak. Artinya terjadi pendholiman, pengetahuan mengalahkan sikap/akhlaq dan ketrampilan/skill anak. Sebagus apapun akhlaq anak dan se terampil apapun anak apabila pengetahuan Matematika, IPA dan Bhs. Indonesia anak SD/MI dibawah SKL. maka dinyatakan tidak layak lolos dan lulus dari lembaga dimana mereka belajar. Kesadaran inilah yang muncul dari jiwa seorang Moh. Nuh beserta tim ahlinya yang insya Alloh telah mendapatkan hidayah dari Alloh untuk kembali ke jalan yang benar. Kurikulum 2013 adalah kesadaran dan ruh serta jiwa pendidikan madrasah dan pesantren di bawah asuhan Kyainya. Ruh inilah yang harus kita tangkap bukan struktur dan konsepnya. Maksudnya kurikulum 2013 menekankan uswah guru ketimbang mau'idhoh guru/Uswatun Hasanah lebih utama dari Mau'idhoh Hasanah. Guru yang biasa ceramah dijamin akan ditinggal wali murid pada tahun 2013 dst. Sebaliknya guru yang kreatif, mengolah kekurangan menjadi kelebihan adalah guru idola dan yang dirindukan kurikulum 2013 beserta masyarakatnya. Guru sebagai teladan/pembina/pembiasa/pembimbing/pemupuk bermacam potensi  anak dsb. adalah guru yang dicari kurikulum 2013. Selamat datang Kurikulum 2013 mari kita tangkap ruhnya dan fisiknya, kita siapkan wadahnya, kita lapangkan jalannya. Semoga kurikulum 2013 bukan lagi kurikulum mesin penghabis materi pengejar target. Apapun kurikulumnya yang penting gurunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar