f Drs. SUPRIADI, MSI: Pembinaan

AHLAN WA SAHLAN BIKHUDURIKUM FI WEBSITE PPAI DURENAN

Anda Menjelajah Website Resmi Drs. Supriadi, MSI Pengawas Pendidikan Agam Islam Kecamatan Durenan.

Visi

Menumbuhkan Wahana Silaturahmi, Informasi dan Komunikasi Pendidikan Islam.

Misi

IT (Informasi dan Tehnologi) sebagai sarana pokok untuk Menunjang Edukasi Islam di Trenggalek.

Pembinaan dan Komunikasi dengan Lintas Praktisi dan Akademisi

Dengan Jalinan Silaturahmi dan Sistem Komunikasi Integral Akan Menumbuhkan Etos Kerja Tinggi

Anak dan Pemuda

Semua Urusan Kemajuan Ummat dan Bangsa Berada di Tangan Mereka.

Tampilkan postingan dengan label Pembinaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembinaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Direktur Madrasah : MADRASAH HARUS JADI PILIHAN UTAMA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN INDONESIA


Jakarta Humas – Madrasah saat ini harus menjadi pilihan utama masyarakat dalam pendidikan di Indonesia “bukan lagi sebagai alternatif pendidikan didalam masyarakat” tegas Direktur Madrasah Kemenag Prof. DR. H. Dedi Djubaedi yang didampingi Ka. Kanwil Kemenag DKI Jakarta H. Muhaimin Luthfie dan Kabid Mapenda Drs. H. Wahyudin, M. Pd pada pertemuan dengan 22 Kepala Madrasah di Ruang Multimedia MAN 4 Jakarta. Selasa (8/1)
Pertemuan ini diadakan karena menyangkut masa depan Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional (RMBI) yang akan di putus oleh Mahkamah Konstitusi (Selasa-red), menurut Dedi terkait RMBI kita tidak perlu mendahului takdir Allah SWT, jangan sampai RMBI itu diterjemahkan lain menjadi rintisan madrasah bertarif internasional “saya tidak setuju dengan madrasah gratis, siswa madrasah miskin, tapi harus berfilosofi kita harus membantu mereka” kata Dedi. Menurut dia ilmu marketing harus juga diterapkan pada madrasah agar madrasah bisa tampil beda dengan lembaga pendidikan yang lain. “jadi orang melihat image yang ditampilkan madrasah itu apa?itu lebih enak ketimbang kita jualan madrasah teladan, madrasah bertaraf internasional kemudian gak laku” tegasnya
Madarasah saat ini menurut Dedi harus inovatif, networkingnya bagus, dan menguasai IT “dan nanti akan ada program “Direktur Madrasah Manyapa” lewat website, email dan program-program ICTMadrasah ” tambah dedi, terkait dengan bantuan-bantuan, filosofi saya sebetulnya “don’t think about how, tentang bantuan karena kebahagian sejati adalah kita dapat membantu orang lain bukan dibantu” jelasnya. Dia juga mengutip sebuah isi buku yaitu Live, a life of no limits (hiduplah dengan pola kehidupan tanpa batas) “saya kira kalimatnya bagus untuk para Kepala Madrasah” kata Dedi, itu akan menghidupkan Independent mind (kebebasan berfikir), “yang akan menghadirkan Broad Knowledge (pengetahuan yang luas) dan menghadirkan jiwa yang bebas” tambahnya. Dan ini merupakan konsep dari rahmatan lil ‘alamin “jadi kalau ada yang menyebutkan madarasah rahmatan lil ‘alamin artinya madrasah itu lebih tinggi dari madrasah bertaraf internasional” celetuknya.
Yang kedua masih menurut Dedi dalam buku itu dia juga mengutip kalimat Live, a life of no excuses (jangan berkeluh kesah), karena kredibilitas itu lebih penting untuk menghadirkan sesuatu “just do it and coordinate” pintanya. Dedi juga meminta agar madrasah membangun ide-ide baru sehingga itu bisa menjadi program-program unggulan Kemenag Pusat yang akan menjadi panutan bagi sekolah-sekolah lain. Dan yang ketiga adalah Live, a life of no regret (hiduplah dengan pola kehidupan tanpa penyesalan) jangan menyesal menjadi orang Kemenag “apalagi dengan prestasi madrasahnya” kata Dedi
Sedangkan Ka. Kanwil Kemenag DKI Jakarta H. Muhaimin Luthfie dalam arahannya mengatakan madrasah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai karakteristik atau ciri khas tersendiri, yang landasan dan tujuannya berbeda dengan lembaga pendidikan yang lain, madrasah menerapkan ajaran-ajaran Allah, menyinggung masalah RMBI Muhaimin mengatakan apalah arti sebuah nama, soal nasib RMBI jangan terlalu dihiraukan, ada maupun tidak ada keputusan madrasah harus tetap jalan “kita sudah punya komitmen untuk mengembangkan madrasah”, kata Muhaimin. Madrasah dari RA sampai Aliyah merupakan aset umat islam “aset ini harus kita jaga” pintanya, apabila aset ini tidak dijaga akan dimanfaatkan orang lain.
Dalam hal peningkatan mutu madrasah Muhaimin menyinggung juga para petinggi-petinggi di Kementerian Agama yang masih belum mempercayai pendidikan anaknya dimadrasah “seberapa besar dan seberapa persen para petinggi Kementerian Agama yang mempercayakan anaknya dimadrasah?” tegas Muhaimin, indikasinya mereka masih belum percaya dengan lembaga yang dikelolanya. Dalam arahannya Muhaimin berpesan kepada seluruh Kepala MAN agar dapat meningkatkan lagi mutu dimasing-masing madrasah yang dipimpinnya.
Selain itu Ka. MAN 4 Jakarta Hj. Isnadiar Dekok dalam paparannya mengungkapkan pertemuan ini merupakan curahan hati anak kepada bapaknya karena akan membahas tentang ‘nasib’ RSBI ke depan, karena MAN 4 merupakan salah satu madrasah yang termasuk RMBI, madrasah di DKI kata dia ibarat dekat tapi jauh banyak bantuan tapi mengalir ke tempat-tempat yang jauh. Madrasah di DKIsaat ini telah membuat inovasi-inovasi diantaranya adalah menerapkan sistem SKS disetiap madrasah.(go)

Rabu, 10 April 2013

SEPUTAR MENYONGSONG PENERAPAN KURIKULUM 2013

BEKASI, (PRLM).-Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Encu Hermana mengimbau seluruh kepala sekolah untuk kreatif dalam memanajemen staf pendidiknya terkait penerapan kurikulum baru pada tahun ajaran 2013/2014.
Kepala sekolah yang tak sanggup menerapkan manajemen yang baik akan dilaporkannya kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk dipertimbangkan pemberian sanksinya.
Demikian dikatakan Encu seusai membuka seminar pendidikan berkarakter di Gedung Balai Patriot Kota Bekasi, Selasa (9/3).
"Kepala sekolah yang tidak kreatif akan menghambat guru menunaikan kewajibannya, yakni mengajar selama 24 jam per minggu sesuai yang disyaratkan saat dilakukannya sertifikasi," katanya.
Encu mencontohkan, pada kurikulum yang baru nanti, kemungkinan tidak diajarkan pelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Guru mata pelajaran bersangkutan tidak mungkin tidak mengajar, sehingga semestinya diperbantukan untuk mengajar mata pelajaran lain.

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 ( Menurut P. Nuh )

Sindonews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, mengatakan Kurikulum Pendidikan 2013 akan diimplementasikan secara bertahap dan terbatas mulai 15 Juli 2013 atau tepat tahun ajaran baru.

Bertahap, menurut M Nuh, pengimplementasian kurikulum 2013 itu tidak dilaksanakan pada seluruh jenjang pendidikan. Melainkan hanya SD kelas 1 dan kelas 4 serta kelas 1 SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Sedangkan terbatas, tidak semua sekolah akan menggunakan kurikulum baru pada tahun 2013 tersebut.

"Tetapi diutamakan kepada sekolah yang paling siap untuk melaksanakan pelatihan guru untuk penerapan kurikulum baru tersebut," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh, usai mengikuti rapat terbatas membahas masalah kurikulum pendidikan tahun 2013 di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2013).

Seperti arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pihaknya harus menghitung berapa sekolah yang paling siap untuk pelatihan guru.

Sedangkan untuk pencetakan buku-buku terkait kurikulum baru ini, tidak terlalu mengalami kendala yang berarti.

“Nyetak untuk 1.000 orang sama nyetak untuk 10.000 orang, sama saja persiapannya, berbeda dengan urusan pelatihan guru,”katanya.

Seperti diketahui, dalam rapat terbatas membahas masalah kurikulum pendidikan tahun 2013, SBY memberikan arahan supaya kurikulum 2013 tetap diterapkan mulai pertengahan bulan Juli 2013 nanti atau tahun ajaran 2013/2014.

Kamis, 28 Februari 2013

PERSIAPAN TEKNIS MENYAMBUT KURIKULUM 2013 PADA LEMBAGA MI DAN RA

Setelah kita menangkap ruh dari draf Kurikulum 2013, yang penting bagi kita yang ada di grassroots adalah tidak suntuk pada konsepnya tetapi menangkap sinyal demi sinyalnya dan kita rumuskan poin demi poin kata kuncinya dibarengi skala prioritas mana yang bisa kita persiapkan sejak dini dan mana yang bisa kita laksanakan sambil berjalan dan mana pula yang masih bisa ditunda persiapannya. Pada tahun pelajaran 2013/2014 tepatnya pada Bulan Juli 2013 nanti yang mendesak harus kita persiapkan adalah segala piranti lunak dan keras untuk kelas 1 dan kelas 4. Untuk perangkat lunak misalnya kesiapan kemampuan guru yang akan mengajarnya, bagi guru kelas kelas 1 yang sudah mengenal dan terbiasa dengan pendekatan tematik tidak banyak mengalami hambatan hanya tinggal menambah pencerahan dan pendalaman tentang Tematik Integratif, akan tetapi bagi guru kelas 4 adalah PR tersendiri untuk penyiapannya. Persiapan dimaksud bisa kita rekomendasikan kepada group-group pengembangan kompetensi guru yang kita miliki atau kita proaktif pada forum-forum di luar sistem.

Selasa, 26 Juni 2012

MENUJU MADRASAH YANG KOMPETITIF

PENDAHULUAN


Madrasah merupakan bagian dari aset bangsa yang secara regional maupun nasional telah menunjukkan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Data nasional yang dirilis Departemen Agama tahun 2007 menunjukkan terdapat kelembagaan madrasah yang jumlahnya cukup signifikan. Jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) ada 22.610, dari jumlah itu MI Swasta mencapai 21.042 atau 93,07%, sedangkan MI Negeri hanya 1.569 buah atau 6,93%. Kemudian jumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) ada 12.498, dari jumlah itu, 11.234 atau 89,89% MTs berstatus swasta, dan MTs Negeri hanya 1.264 buah atau 10,11%. Pada tingkat Madrasah Aliyah (MA), secara keseluruhan jumlah MA 4.918 buah, dari jumlah tersebut, 4.278 atau 86,98% di antaranya berstatus swasta, sedangkan MA Negeri hanya 640 buah atau 13,02%. Jumlah madrasah ini secara kuantitas mempunyai kecenderungan bertambah terus rata-rata mencapai 3% per tahun. 
Eksistensi madrasah tampaknya memiliki kekhasan tersendiri. Kekhasan itu adalah dominasi swasta pada penyelenggaraan madrasah. Hal ini membawa implikasi bahwa pasang surut madrasah sangat bergantung pada kondisi dan dinamika masyarakat setempat. Semakin maju tingkat perekonomian dan kualitas keberagamaan masyarakat setempat, maka akan semakin baik kualitas dan penyelenggaraan madrasah. Begitu pun sebaliknya. Padahal, berdasarkan data pada Direktorat Pendidikan Madrasah Depag pusat, sebanyak 84% siswa madrasah berasal dari kalangan kurang mampu. Realitas ini tentu menimbulkan implikasi madrasah sulit mengembangkan kelembagaannya. Direktur Pendidikan Madrasah Departemen Agama Drs H. Firdaus, MPd. menyatakan, permasalahan yang selama ini dihadapi oleh madrasah adalah persoalan mutu pendidikan. Masyarakat selama ini memberikan image bahwa madrasah dianggap sebagai lembaga pendidikan kelas dua dibanding dengan pendidikan di sekolah umum.

Senin, 28 Mei 2012

MEMBANGUN MADRASAH ( Menurut Kepala MAN Insan Cendekia )


I. Pendahuluan

Era reformasi dan tuntutan kompetisi global dalam peningkatan mutu kehidupan telah membawa perubahan-perubahan yang mendasar dalam kehidupan manusia, termasuk kehidupan pendidikan. Seiring perjalanan waktu dan berdasarkan berbagai hasil penelitian sosial, makin terkuaklah bahwa keberhasilan pembangunan kehidupan masyarakat memiliki ketergantungan yang signifikan terhadap mutu pendidikan yang dikembangkan di tengah masyarakat. Makin tinggi mutu penyelenggaraan pendidikan masyarakat maka makin terkuasailah penerapan teknologi kehidupan,pada gilirannya akan lebih mengefektifkan kinerja masyarakat untuk menghasilkan buah usaha yang menjamin sirkulasi kemakmuran berjalan lebih lancar dan menggairahkan.

Selasa, 08 Mei 2012

TIPS MENGHADAPI AKREDITASI SEKOLAH ( Menurut Apikkom.com )


Akreditasi seringkali menjadi momok bagi warga sekolah. Proses yang berulang setiap 4 tahun sekali (dulu) dan kini setiap 5 tahun sekali ini, seringkali menjadi kekhawatiran dan perjuangan panjang bagi sekolah. Hal ini terkait dengan banyaknya perangkat administrasi dan bukti fisik yang harus disiapkan. Dengan baru berlalunya proses ini di Sekolah tempat penulis mengajar, penulis ingin membagi pengalaman melalui akreditasi sekolah dengan lancar dan sukses. Link Hasil Akreditasi Sekolah kami.
Berikut ini beberapa trik dan tip untuk menghadapi akreditasi sekolah :

A. Persiapkan administrasi mengajar guru minimal 2 bulan sebelumnya, sehingga maksimal 1 minggu sebelum akreditasi, perangkat sudah terkumpul.

Kamis, 03 Mei 2012

ANALISIS SWOT ( KEKEPAN )


Analisis SWOT

Analisis SWOT (singkatan bahasa Inggris dari “kekuatan”/strengths, “kelemahan”/weaknesses, “kesempatan”/opportunities, dan “ancaman”/threats) adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyekatau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-andengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.aa

Senin, 30 April 2012

PENGAWAS UN SD/MI DARI MI DURENAN HARUS SELAYAKNYA PEGAWAI INDOMARET

Berbicara karakter ata akhlak bahasa islamnya, di lingkungan madrasah sudah ada sejak Islam itu ada, bukan barang baru yang baru hadir di madrasah. Tentu saja jauh sebelum madrasah dilahirkan konsep penanaman akhlak atau karakter itu sudah ada. Prinsip di madrasah penanaman karakter dengan uswatun hasanah, bukan teori yang harus dihafal dikepala. Dari sini wajib adanya untuk guru madrasah itu: ing ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa, tutwuri handayani tentu saja ikhlas beramal juga. Tidak terkecuali pengawas ruang UN SD/MI dari MI yang bertugas dimanapun pada lembaga tetangga sekalipun, karena akhlak tidak mengenal batas dan dikotomi.

Selasa, 24 April 2012

SOSIALISASI GIS PADA MI DAN RA SE KEC. DURENAN

Bak gayung bersambut. Pada hari Sabtu, tgl. 21 April yang lalu semua Tim ITC MI se Durenan Raya berkumpul untuk menyatukan langkah untuk go to DUNIA MAYA. Harapan kita MI tidak hanya berstandar nasional tetapi harus berstandar dinia dan akhirat. Menyoal urusan akhirat di MI tempatnya. Tetapi menggagas MI untuk go international harus dirintis dari segala lini. Cara pandang segenap civitas madrasah alias paradigmanya harus diservice. Meski hanya email, Fb dan blogger telah dimiliki seluruh RA dan MI se Durenan Raya beserta gurunya.

Jumat, 20 April 2012

PEMBINAAN TEAM ITC MI SE-DURENAN RAYA


Mengakhiri kesibukan pelaksanaan US SD/MI di Kecamatan Durenan minggu ini sisa hari tidak disia-siakan begitu saja satu hari berlalu tanpa makna. Tepatnya Sabtu, 21 April 2012 diadakan kegiatan: 1. Koreksi bersama US SD/MI bertempat di SDN 1 Durenan. 2. Workshop guru-guru / team ITC MI bertemat di MI Nurul Huda Semarum dengan agenda : a. Validasi Nilai UAMBN MI. b. Kajian ulang aplikasi NA dan input NA MI. c. Aktifasi Blogg dan email MI. d. Setting edualarm pada semua MI menyongsong UN tgl. 07 Mei 2012. e. Link Blogg lembaga binaan dengan MI. RTL dari kegiatan ini akan diadakan pertemuan lanjutan pada hari Rabu, 25 April 2012 pada tempat yang sama dengan agenda chek and rechek dari kegiatan ini.