f Drs. SUPRIADI, MSI: Kompetensi

AHLAN WA SAHLAN BIKHUDURIKUM FI WEBSITE PPAI DURENAN

Anda Menjelajah Website Resmi Drs. Supriadi, MSI Pengawas Pendidikan Agam Islam Kecamatan Durenan.

Visi

Menumbuhkan Wahana Silaturahmi, Informasi dan Komunikasi Pendidikan Islam.

Misi

IT (Informasi dan Tehnologi) sebagai sarana pokok untuk Menunjang Edukasi Islam di Trenggalek.

Pembinaan dan Komunikasi dengan Lintas Praktisi dan Akademisi

Dengan Jalinan Silaturahmi dan Sistem Komunikasi Integral Akan Menumbuhkan Etos Kerja Tinggi

Anak dan Pemuda

Semua Urusan Kemajuan Ummat dan Bangsa Berada di Tangan Mereka.

Tampilkan postingan dengan label Kompetensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2013

TUPOKSI PENGAWAS SEKOLAH

Tugas pokok pengawas sekolah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan yang harus dilaksanakan pengawas yakni:
  1. Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah,
  2. Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya,
  3. Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.

Kamis, 11 April 2013

CIRI-CIRI GURU YANG MEMILIKI KOMPETENSI PROFESIONAL

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

Selasa, 09 April 2013

APA TUGAS PENGAWAS SEKOLAH MENYONGSONG PELAKSANAAN KURIKULUM 2013


http://gurupembaharu.com/home/perubahan-program-pengawas-untuk-supervisi-kurikulum-2013/
Sosialisasi akan diberlakukan kurikulum kini gencar dilakukan sekali pun wujud dokumen yang selengkapnya belum terlihat. Pada berbagai forum pertemuan dengan para pendidik dan para pemangku kebijakan di berbagai tempat. Menteri Pendidikan menegaskan bahwa kurikulum 2013 akan diterapkan pada awal bulan Juli mendatang. Sekali pun banyak pihak meragukan bahwa kurikulum 2013 siap diterapkan guru pada saat yang direncanakan karena guru hingga kini belum terlatih. Pak Menteri kembali menegaskan bahwa penyelenggara pendidikan memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkannya.
Dimuat koran Kompas (11/3/2013) menteri menyatakan bahwa kita akan menerapkan kurikulum itu sebaik-baiknya. Mengapa ini dilakukan karena sudah sepakat kurikulum 2013 ini memang sudah cukup memadai dan mewakili kebutuhan sekarang.
Menyambut rencana tersebut para pengawas memiliki waktu tiga bulan untuk menyiapkan diri mempersiapkan penjaminan mutu melalui kegiatan pemantauan dan supervisi sekolah agar rencana pelaksanaan kurikulum terwujud sesuai dengan yang diharapkan menteri pendidikan. Pengawas perlu mengidentifikasi berbagai masalah sejak saat ini agar lebih mamahami masalah yang timbul akibat perubahan kurikulum sehingga dapat menyiapkan solusi  yang paling mungkin dengan cara menyusun program tahunan pengawas lebih dini.

Kamis, 28 Februari 2013

APAPUN KURIKULUMNYA YANG PENTING GURUNYA

Secara pribadi saya sebagai praktisi pendidikan sangat menghargai bahwa Kurikulum 2013 secara konseptual adalah sebuah karya dan kesadaran intelektual yang harus kita sambut dan secepatnya harus disahkan karena yang demikianlah yang kita tunggu-tunggu kehadirannya. Betapa tidak, Kurikulum 2006 (KTSP) sebenarnya konsepnya sudah bagus namun aplikasinya yang kurang seiring dengan konsepnya. Seandainya ranah Apektif, Psikomotor dan Kognitif pada kurikulum 2006 benar-benar dijalankan secara kaafah maka tidak perlu lahir Kurikulum pentium 2013. Namun kegelisahan para praktisi pendidikan dilapangan tidak segera ditanggkap oleh pemangku kebijakan pendidikan. Bayangkan rentang 2006 s/d 2012 adalah waktu enam tahun beristikhoroh hingga menemukan jawaban bahwa ada kesenjangan antara keinginan dan kenyataan. SK dan KD kemauaanya sebenarnya sudah pada kompetensi namun kenyataannya UN lah yang menjadi biang keladi dengan alasan harus ada ukuran standar Nasional tetapi kenyataanya harus kita akui bahwa UN yang berbasis Kognitif yang menjadi penentu kelulusan dari jenjang pendidikan itu menjadi parasit nilai Afektif dan Psikomotor yang dimiliki anak. Artinya terjadi pendholiman, pengetahuan mengalahkan sikap/akhlaq dan ketrampilan/skill anak. Sebagus apapun akhlaq anak dan se terampil apapun anak apabila pengetahuan Matematika, IPA dan Bhs. Indonesia anak SD/MI dibawah SKL. maka dinyatakan tidak layak lolos dan lulus dari lembaga dimana mereka belajar. Kesadaran inilah yang muncul dari jiwa seorang Moh. Nuh beserta tim ahlinya yang insya Alloh telah mendapatkan hidayah dari Alloh untuk kembali ke jalan yang benar. Kurikulum 2013 adalah kesadaran dan ruh serta jiwa pendidikan madrasah dan pesantren di bawah asuhan Kyainya. Ruh inilah yang harus kita tangkap bukan struktur dan konsepnya. Maksudnya kurikulum 2013 menekankan uswah guru ketimbang mau'idhoh guru/Uswatun Hasanah lebih utama dari Mau'idhoh Hasanah. Guru yang biasa ceramah dijamin akan ditinggal wali murid pada tahun 2013 dst. Sebaliknya guru yang kreatif, mengolah kekurangan menjadi kelebihan adalah guru idola dan yang dirindukan kurikulum 2013 beserta masyarakatnya. Guru sebagai teladan/pembina/pembiasa/pembimbing/pemupuk bermacam potensi  anak dsb. adalah guru yang dicari kurikulum 2013. Selamat datang Kurikulum 2013 mari kita tangkap ruhnya dan fisiknya, kita siapkan wadahnya, kita lapangkan jalannya. Semoga kurikulum 2013 bukan lagi kurikulum mesin penghabis materi pengejar target. Apapun kurikulumnya yang penting gurunya.

Selasa, 15 Januari 2013

LESSON STUDY SEBAGAI ALTERNATIF TERFAMILIER DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN


Lesson Study = Studi Pembelajaran
¨Ingin proses pembelajaran sukses
¨Terjadi interaksi antara siswa dengan siswa lain, siswa dengan guru dan siswa dengan bahan ajar
¨Guru profesional
  a. Melakukan persiapan pembelajaran secara maksimal
  b. Melakukan pengembangan bahan ajar
  c. Menguasai substansi materi
  d. …. dan lain-lain

Rabu, 28 November 2012

TEHNIK KEPEMIMPINAN

Dengan kemampuan dan ketrampilan teknis secara sosial, sorang pemimpin dapat menerapkan teori-teori kepemimpinan pada kegiatan sehari-harinya. Beberapa teknik kepemimpinan meliputi beberapa kategori, yaitu:
1. Etika profesi pemimpin yaitu kewajiban yang dimiliki seorang pemimpin, bagaimana seharusnya tingkah laku seorang pemimpin dan pengembangan moralnya.
2. Dinamika kelompok, yaitu terjadinya interaksi (hubungan timbal balik) antar setiap anggota kelompoknya.
3. Komunikasi, arus informasi dan emosi dapat yang tepat, penyampaian perasaan, pikiran dan kehendak kepada individu (kelompok) lain.
4. Pengambilan keputusan (Decision Making) adalah suatu hal yang sangat penting bagi seorang pemimpin walaupun sebenarnya cukup sulit.
5. Ketrampilan berdiskusi (melakukan kompromi), diskusi berasal dari bahasa latin (Disccusio) yang artinya memecahkan dalam berbagai potongan (bagian). Artinya diskusi itu bertujuan untuk memecahkan masalah untuk mencari jalan keluarnya dengan mengambil kesimpulan. Inilah salah satu pengetahuan untuk melengkapi dan menyempurnakan Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah/Sekolah dalam memimpin Madrasah/Sekolahnya.

Jumat, 19 Oktober 2012

VARIASI STIMULUS PEMBELAJARAN

Pelaksanaan variasi stimulus pembelajaran setidaknya meliputi:
1. Gerak bebas guru
2. Isyarat guru ( tangan, badan dan wajah )
3. Suara guru ( variasi kecepatan/besar kecil/intonasi )
4. Pemusatan perhatian pada murid (penekanan pada hal yang penting-penting dengan verbal/getural)
5. Pola interaksi ( Guru kelompok/guru murid/murid-murid )
6. Pause/diam sejenak ( Untuk memberi kesempatan pada murid untuk berfikir, memberi penekanan,    
    memberi perhatian
7. Penggantian indera penglihatan/pendengar ( dalam menggunakan media pembelajaran}.

Minggu, 14 Oktober 2012

BAGI PENGALAMAN DENGAN PENGAWAS

Indikator keberhasilan dari tugas Pengawas Sekolah/Madrasah tidak hanya dilihat dari maraknya kegiatan workshop dan pelatihan diwilayahnya serta banyaknya sertifikat yang dimiliki para guru dari hasil diklat yang difasilitasi oleh Pengawas. Tugas utama yang harus segera dirasakan hasilnya adalah terjalinnya hubungan antar lembaga yang membuat suasana menjadi kondusip karena persaingan yang sehat. Kalau sudah demikian maka terciptanya keberhasilan akan sangat mudah dan segera dilihat serta dinikmati. Diantara pengalaman strategi yang kami lakukan adalah:
1. Lengkapi sarana organisasi pendidikan untuk menciptakan peningkatan mutu guru dan lembaga dengan pendekatan kebutuhan disertai pembagian tugas yang jelas, misal:
- KKM/K3S : Forum Kepala S/M untuk peningkatan mutu lembaga.
- KKG           : Forum para Guru sesuai bidang tugasnya untuk peningkatan kompetensi guru
- Forum Guru Pembina Ekstra : Untuk memotivasi guru bahwa tugas guru tidak hanya mengajar.

KETRAMPILAN MENGAJAR

KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran (Set Induction and Closure Skills) ,  Membuka pelajaran (set insuction) adalah usaha atau kegiatan yang di­lakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pra-kon­disi bagi siswa agar mental maupun perhatiannnya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya, sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang posi­tif terhadap kegiatan belajar. Menutup pelajaran (closure) adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh sis­wa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. Komponen membuka dan menutup pelajaran sebagaimana dijelaskan  M. Uzer Usman (1992: 85) adalah sebagai berikut: a. Membuka Pelajaran Membuka Pelajaran, komponennya meliputi: 1) Menarik perhatian siswa. Gaya mengajar, penggunaan media pembe­lajaran atau pola interaksi yang bervariasi. Menimbulkan motivasi, disertasi kehangatan dan keantusiasan, me­nimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan dan memperhatikan minat atau interest siswa. Bemberi acuan melalui berbagai usaha, seperti mengemukakan tujuan pembelajaran dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan, mengingatkan masalah pokok yang akan diba-has dan mengajukan beberapa pertanyaan. Memberikan apersepsi (memberikan kaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari) sehingga materi yang dipelari merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisah-pisah. b. Menutup Pelajaran. Dalam menutup pelajaran, cara yang harus dilakukan guru adalah: 1) Meninjau kembali penguasaan materi pokok dengan merangkum atau menyimpulkan hasil pembelajaran. Melakukan evaluasi. Bentuk evaluasi yang dilakukan oleh guru antara lain adalah mendemonstrasikan keterampilan, mengaplikasikan ide baru pada situasi lain, mengeksplorasi pendapat siswa sendiri dan memberikan soal-soal tertulis. Referensi Bandung. M. Uzer Usman, 1992. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosdakarya. 

Selasa, 25 September 2012

MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL GURU


Cara meningkatkan Kompetensi Sosial Guru Profesional,Social Intelligence For Teacher



“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap meraka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar ,tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu......” QS Al Imran : 159

Selasa, 28 Agustus 2012

KAIDAH USUL FIQH

Amar Dan Kaidah-Kaidahnya


ا لأ مــر هــو طــلــب ا لــفــعــل مــن ا لأ عــلى ا لى ا لأ د نى

ِAmar adalah tuntutan melakukan pekerjaan dari orang yang derajatnya lebih tinggi kepada orang yang derajatnya lebih rendah.
Bentuk – Bentuk Amar

Jumat, 10 Agustus 2012

GURU MI DAN RA KEC. DURENAN BELAJAR UKG

Dimulai dengan penjelasan umum oleh Drs. Supriadi, MSI PPAI Kec. Durenan pada hari, Kamis, 09 Agustus 20012 pukul 09.30 WIB. di PKG PAI Kec. Durenan dan dilanjutkan pemahaman tentang tehnik menjalankan aplikasi UKG offline oleh ketua KKG MI Kec. Durenan Mohib Asrori, S.Pd.I, MSI yang insya Alloh ditindaklanjuti dengan bekerja sama dengan SMK Islam 1 Durenan di Lab TKJ pada tanggal, 28 Agustus 2012 diharapkan semua guru MI dan RA Kec. Durenan terutama yang sudah terjaring sertifikasi sejak tahun 2007-2012 akan siap sewaktu-waktu ada Uji Kompetensi Guru ONLINE. Di dalam penjelasan umum disampaikan bahwa agar TPP yang di terima benar-benar ada signifikansi dengan Kompetensi Guru dan peningkatan mutu pendidikan di MI dan RA di Kec. Durenan khususnya yang insya Alloh hampir 100% guru di MI dan RA Kec. Durenan sudah menguasai IT akan tinggal memahami alur aplikasi dan mensiapkan konten materi ujian sewaktu2 dilaksanakan. Karena paradigma sekarang adalah jemput bola. Siapa yang lambat maka akan tidak selamat. Perkara UKG akan diganti dengan sistem yang lain itu soal nanti. Prinsifnya apapun yang terjadi Guru MI dan RA Kec. Durenan harus tetap siap. Tidak ada yang sulit apabila kita terbuka untuk mau belajar, Intinya Guru MI dan RA Kec. Durenan harus siap meningkatkan komptensi dan menguasai IT ( tidak dikuasai IT ). Karena kalau kita ada kemauan meningkatkan kompetensi lewat dunia maya apa sih yang tidak ada disana ? yang negatif saja banyak apalagi yang positif yang bisa kita unduh untuk meningkatkan kompetensi Guru.

Kamis, 05 Juli 2012

PERAN PENGAWAS


PERANAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Oleh Zulkarnaini*)
1. Pengantar
Eksistensi pengawas sekolah dinaungi oleh sejumlah dasar hukum. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 adalah landasan hukum yang terbaru yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional itu. Selain itu, Keputusan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara Nomor 118 Tahun 1996 (disempurnakan dengan keputusan nomor 091/2001)  dan Keputuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 020/U/1998 (disempurnakan dengan keputusan nomor 097/U/2001) merupakan menetapan pengawas sebagai pejabat fungsional yang permanen sampai saat ini. Jika ditilik sejumlah peraturan dan perundang-undangan yang ada, yang terkait dengan pendidikan, ternyata secara hukum pengawas sekolah tidak diragukan lagi keberadaannya. Dengan demikian, tidak ada alasan apapun dan oleh siapapun yang memarjinalkan dan mengecilkan  eksistensi pengawas sekolah.

Selasa, 03 April 2012

54 KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI PENGAWAS MENURUT PAK A. SUDRAJAT


Kompetensi Pengawas Sekolah

A. Kepribadian

1.       Menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas satuan pendidikan yang professional
2.      Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas profesinya
3.      Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang profesinya.